Rahasia Permainan Tradisional


JANGAN cepat-cepat menilai negatif permainan tradisional anakanak. Anggapan bahwa jenis permainan ini ketinggalan zaman, kampungan, kotor, dan tidak bermanfaat, ternyata lebih banyak salahnya. Para ahli bahkan berpendapat sebaliknya.

RUDI Corens, Kurator Museum Anak Kolong Tangga, Yogyakarta, menyampaikan informasi penting saat menjadi narasumber Diskusi Peran Permainan dan Media Permainan terhadap Perkembangan Psikologi Anak, di Bale Seni Barli, Kotabaru Parahyangan, Minggu (14/12) pagi.

“Para psikolog dan pakar pendidikan di beberapa negara Eropa kini sedang gencar menginventarisasi dan menganalisa permainan tradisional di negara masing-masing. Menurut mereka permainan tradisional anak-anak merupakan sebuah akar budaya suatu bangsa,” terang Rudi Corens.

Pria berkulit putih yang sejak 20 tahun lalu meneliti permainan tradisional anak-anak seluruh dunia ini meyakinkan bahwa menjaga dan melestarikan permainan tradisional anak-anak akan berbuah positif bagi bangsa di masa depan.

“Banyak jenis permainan tradisional menjadi jembatan bagi anakanak untuk bersosialisasi. Banyak juga permainan itu mengajarkan kejujuran, toleransi, kreativitas, maupun nilai-nilai positif lain yang bermanfaat di dalam kehidupan bermasyarakat suatu bangsa,” ungkap Rudi.

Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Non Formal dan Informal, Harris Iskandar PhD menjelaskan bahwa menjaga kelestarian permainan tradisional anak-anak, merupakan suatu upaya meneguhkan jatidiri bangsa.

“Maka perlu dikenalkan kepada anak-anak sejak dini. Sebaliknya, bila anak-anak dibiarkan bermain dengan mainan produk negara lain, seperti play station. Maka di masa remaja dan dewasa mereka bakal sulit menemukan jatidiri sebagai anak bangsa. Sebab selama bertahun-tahun mereka memainkan permaian yang tidak membumi,” jelas Harris.

Buat melestarikan permainan tradisional anak-anak, lanjut Harris, perlu ada intervensi pemerintah. Misalnya dengan memfasilitasi para guru dan orangtua untuk belajar membuat media permainan dan menambah wawasan terkait pemainan tradisional anak-anak.

Rahasia penting lain tentang permainan tradisional anak-anak, disampaikan Yuspendi MPsi, Psikolog RS Cahya Kawaluyan. Menurut Yuspendi beberapa jenis permainan tradisional anak-anak punya potensi merangsang kecerdasan majemuk.
“Ada permainan yang tidak sekadar melatih motorik kasar dan motorik halus. Tapi sekaligus melatih bahasa, kecerdasan intelektual, sosial, emosional, merangsang kreativitas anak- anak,” terang Yuspendi. (ricky reynald yulman)

Ada 186 Macam
DI
arena Festival Kaulinan Barudak Baheula, di Kota Baru Parahyangan, Komunitas Hong dan siswa Bale Seni Barli menampilkan puluhan jenis permainan tradisional anak-anak beserta media permainan yang dipakai. Di antaranya oray-orayan, perepet jengkol, dan jenis lainnya.

Wahyub Aab, pembuat mainan tradisional dari Subang, menjelaskan permainan menggunakan media sederhana seperti kayu dan bambu hingga kini masih dimainkan anak-anak di wilayah pedesaan. “Tapi ada pula orang dewasa ikut memainkan jenis tertentu seperti kokoleceran,” ungkapnya.

Anak-anak memainkan kokoleceran yang berupa baling-baling bambu ketika mengembala kerbau. Sedangkan orang dewasa membuat kokoleceran ukuran panjang mencapai tiga meter dipasang di tempat tertentu sebatas kesenangan.

Alat permainan lain berupa kerkeran, bebedilan, momotoran, jajangkungan, celempung, hingga wayang dari batang daun singkong. “Berbagai mainan itu bisa membuat anak-anak asyik berimajinasi. Mereka jadi lebih kreatif di tengah keterbatasan,” ujar Tanto, pemerhati permainan anak dari STSI.

Zaini Alif dari Komunitas Hong (Pusat Kajian Mainan Rakyat Bandung), berhasil mengidentifikasi 186 jenis permainan tradisional. Zaini Alif melakukan kajian di Jawa Barat bagian tengah dan selatan yang dikenal memiliki kekayaan ragam mainan rakyat sarat nilai dan makna filosofi.

“Banyak permainan tradisional dibuat sesuai karakter anak-anak. Sehingga mereka bisa dengan mudah memainkan dan merespons secara otomatif kondisi lingkungan sekitarnya. Banyak di antara mereka melakukan suatu permainan sambil bekerja atau di sela-sela waktu bekerja,” jelas Zaini.

Sumber: http://www.tribunjabar.co.id/read/artikel/4492/rahasia-permainan-tradisional

~ by cuilicious on May 31, 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: