Meong-meongan


Meong-meongan merupakan permainan tradisional masyarakat bali yang umum dimainkan oleh anak-anak di bali diiringi dengan nyanyian lagu meong-meong. Permainan ini menggambarkan usaha dari si kucing atau dalam bahasa bali disebut meng untuk menagkap si tikus atau bikul.

Dalam permainan ini biasanya diikuti oleh lebih dari 8 orang atau lebih dimana 1 orang memerankan bikul (tikus) satu orang memerankan sebagai meng (kucing) dan yang lainnya bertugas melindungi bikul dari meng dengan cara membentuk lingkaran kemudian si bikul berada di dalam lingkaran sedangkan meng berada di luar lingkaran. Meng akan berusaha masuk ke dalam lingkaran dan berusaha menangkap bikul. Anak-anak yang membentuk lingkaran juga akan berusaha menghalangi meng masuk ke dalam lingkaran. Si meng baru boleh menangkap si bikul ketika lagu sudah pada kata-kata juk-juk meng juk-juk kul.

Lagu pengiringnya:

Meong-meong alih je bikule,
(Hi si kucing tolong tangkap tikusnya)

Bikul gede gede
(Tikus nya sangat besar)

buin mokoh-mokoh
(dan juga gemuk)

kereng pesan ngerusuhin
(Sering sekali membikin rusuh)

juk-juk meng juk-juk kul
(ayo tangkap tikusnya)

juk-juk meng juk-juk kul
(ayo tangkap tikusnya)

juk-juk meng juk-juk kul
(ayo tangkap tikusnya)

……………………………..

Terus sampai bikulnya di tangkap.(koka)

~ by cuilicious on May 30, 2010.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: